MANCINGRIATRENDS. COM – Dalam memancing tentu kita harus mengerti teknik mancing  yang akan kita gunakan,agar waktu yang di gunakan efektif dan tidak membosankan.Bagi yang memiliki hobi memancing, dapat atau tidaknya target yang dicari itu merupakan hal yang biasa,namun bagi yang hanya sekedar untuk mencoba mencari hiburan tentu akan merasa bosan karena tidak kunjung mendapatkan target yang dicari.Maka ada baiknya sebelum memancing terlebih dahulu mengetahui teknik-teknik apa yang akan digunakan.Pada prakteknya banyak sekali teknik-teknik yang digunakan oleh pemancing. Seiring dengan berkembangnya jaman ,maka secara otomatis alat-alat pancing dan cara-cara memancing pun ikut berubah.Tetapi semua itu tergantung dari pemancing itu sendiri untuk menggunakan teknik yang mana dengan menyesuaikan spot (tempat) memancing dengan tujuan memperoleh ikan atau ingin menikmati hobi memancing ikan.

Kali ini kita akan membahas teknik-teknik memancing yang pada umumnya sering dipraktekkan oleh para pemancing. Berikut beberapa teknik memancing yang umumnya digunakan

 

1. MANCING DASARAN

Mancing dasaran adalah teknik yang paling banyak digunakan dan merupakan teknik konvensional (umum) yang digunakan para pemancing.Teknik ini biasa digunakan untuk memancing ikan yang sering bermain didasar baik itu laut, sungai, danau, empang, Dll.

Mancing dasaran dapat dilakukan tanpa joran dengan kata lain bisa hanya dengan bermodalkan senar.Teknik yang hanya bermodalkan senar ini dapat dilihat dari nelayan yang memancing dilaut dengan perahu.Bisa juga dengan menggunakan reel dan joran.

Semua sesuai dari keinginan si pemancing.Inti dari teknik mancing dasaran adalah menenggelamkan umpan ke dasar air dengan menggunakan pemberat/timah,stopper dan pelampung.

Banyak macam-macam rangkaian yang bisa dipakai dalam menggunakan teknik ini, mulai dari rangkaian pelampung paling atas sebagai penanda bahwa umpan dimakan oleh ikan, kemudian timah di tengah sebagai pemberat dan kail dibawah.Bisa juga dengan merangkai timah dibagian paling bawah dan kail ditengah.Mancing dasar dapat dilakukan disegala tempat, mulai dari peraiaran air tawar seperti, danau,rawa,emapang hingga perairan air asin seperti laut.Dari perairan dangkal hingga perairan dalam sekalipun

 

2. NGONCER

Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan umpan hidup atau bahasa kerennya  LIVE BAIT sebagai umpan. Umpan tersebut kemudian dilemparkan keatas spot yang dituju sehingga melayang dan bergerak dengan sendirinya diatas air dengan bebas.Teknik ini dilakukan tanpa menggunakan timah/ pemberat.Kadang-kadang juga memakai alat bantu yang menyerupai balon untuk mengontrol umpan agar tak menyelam ke dasar air. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snaps wivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat neklin sepanjang 10 cm.

Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan ikan barracuda kecil .Umpan hidup dibiarkan berenang  menuju lokasi yang paling akurat.Target dari teknik ini biasanya ikan-ikna yang mencari mangsa dipermukaan seperti Barracuda dan Tenggiri.Teknik ini sangat efisien dan efektif digunakan pada spot yang banyak pemangsa umpan dipermukaan.

 

3. TROLLING

Teknik ini diwajibakan menggunakan reel khusus yang cukup kuat dan joran khusus yang hanya terdiri dari 1 bagian (one piece) dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot.

Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Jenis umpan buatan yang paling populer saat ini adalah rapala .Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi besar dengan rambut berurai tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan-ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-100m tergantung dari ukuran umpannya. Kalau kita trolling menggunakan umpan rapala biasanya boat melaju dengan kecepatan sampai dengan 8 knot masih bisa.

Kalau ikan Wahoo yg menjadi target maka Rapala biasanya di troll dg kecepatan setinggi-tingginya. Kalau ikan jenis lain sekitar 4-6knot. Kalau menggunakan Konahead, agar sempurna efeknya biasanya ditarik dg speed sekitar 11 knot keatas. Jadi umumnya penggunaan rapala tidak bersamaan dengan konahead. Pada umumnya jika memakai sinking minnow(umpan buatan yang menyelam) seperti Rapala, kecepatan nya tidak lebih dari 6 knots tetapi kalau pakai konahead atau sejenisnya , kecepatannya berkisar antara 8-12 knots.Dengan kata lain cara ini sangat ampuh bila berada dispot dengan banyaknya Marlin dan ikan-ikan predator perenang cepat lainnya.

 

4. CASTING

Teknik casting adalah teknik mancing dengan aksi melempar senar pancing keluar menuju ke air dengan menggunakan alat Rod (joran) dan reel.Inti dari casting adalah lempar sesuatu, yang sering kita sebut lure atau umpan buatan.Hal terpenting adalah menggunakan Rod dan Reel. Kalau tidak manggunakan Rod dan Reel belum bisa dinamakan casting.Dalam teknik ini kita dituntut untuk terus menerus melempar dan menggulung senar sampai ikan berhasil menanngkap lure.Itulah yang membedakan casting dengan teknik tradisional (dasaran ) walaupun awalnya sama-sama bermakana cast (lempar).

Casting biasanya bisa dilakukan di air tawar maupun air asin.Mulai dari danau, rawa,sungai hingga di laut. Idealnya Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur (tidak kaku) biasanya berbahan carbon dan panjangnya bisa antara 150 sampai 210 cm dengan lemparan pada umumnya sejauh 20 sampai 30 m.Bisa juga menggunakan joran berbahan fiber namun tidak disarankan karena joran yang berbahan ini sangat berat dan kaku sehingga mempengaruhi action atau gerak dari lure.Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus atau biasa disebut baitcasting.

Umpan yang digunakan biasanya umpan buatan (lure) yang berbentuk ikan-ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Inti dari teknik ini adalah melempar umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan sedikit dihentak-hentakkan ujung jorannya supaya actionnya terlihat lebih nyata.Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar.Tidak ada patokan dan aturan khusus berapa kali harus melempar.Selama ikan belum diperoleh maka dapat dilakukan terus-menerus.Oleh karena itu teknik mancing seperti ini dikategorikan sebagai Sportfishing yaitu mancing sambil berolah-raga.Teknik ini akan efisien bila di terapkan dispot yang banyak predator karnivora.Seperti gabus hampala,tomman dll untuk spot air tawar.Kerapu,kakap,GT dll untuk spot air asin.

 

5. POPPING

Pada dasarnya teknik ini juga termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi perbedaannya teknik ini menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, bisa berkisar antara 200 hingga 250 cm dan terdiri dari 2 pieces(2 bagian yang disambung dengan ring guide) yang berukuran besar agar kenur dapat meluncur dengan cepat dan digulung kembali dengan lancar. Joran yang lebih panjang akan menghasilkan lontaran umpan yang lebih jauh. Reel yang digunakan biasanya reel-reel kelas besar seperti 6000 hingga 10.000 keatas dan kenurnya adalah senar PE (Braided) mulai dari PE 5 (kurang lebih 50 lbs) hingga 8 (kurang lebih 80 lbs).

Sesuai dengan namanya, teknik ini khusus menggunakan lure (umpan buatan) yang disebut Popper biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram untuk popping kelas berat dan bisa 10-40 gr untuk popping untuk casting kelas ringan.Umpan buatan yang dipakai terdiri dari 2 jenis. Yang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air. Itulah sebabnya mengapa disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” karena kepalanya ”tajam” dan pensil ini biasa disentak sambil reel terus digulung dengan sedikit sentakan kecil diujung joran,agar umpan terlihat asli.

Teknik Popping hampir sama dengan Casting yaitu mengayunkan umpan tiruan ke spot yang dijadikan target kemudian menggulung reel dengan cepat. Setiap setelah beberapa putaran popper disentak (bila umpannya Chugger) lalu menggulungnya lagi. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami, sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Perbedaan utama antara Popping dengan Casting adalah bahwa Popping biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang berhenti tanpa mematikan mesin. Artinya mesin kapal tetap hidup dan jangkar tidak diturnkan agar kapal bisa segera mundur bila telah terlalu dekat ke karang atau bila umpan disambar ikan target agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Teknik ”popping” sangat populer dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang, Korea dan juga Indonesia.Teknik ini sangat efektif bila digunakan di laut yang banyak predator ganas sperti GT,Tuna,Marlin dll.

 

6. SURF CASTING (MANCING PASIRAN)

Teknik ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 350 cm hingga 450 cm, biasanya terdiri dari 3 pieces (3bagian) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping namun jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar,biasanya model spinning kelas 5000-8000 keatas. Walaupun teknik dasarnya hampir sama dengan casting yaitu melontarkan umpan sejauh jauhnya tetapi dalam Surf Casting, umpan yang di lontarkan justru dibiarkan mendarat dan tinggal ditempat jatuhnya. Oleh karena itu teknik mancing ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak.

Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan buatan tetapi biasanya ikan-ikan kecil , cacing laut,udang atau kerang-kerang laut dipesisir pantai. Melempar umpan tidak hanya dilakukan sekedar saja tetapi harus ditujukan ke tempat-tempat yang berpotensi banyak ikannya. Selain dipantai, teknik surf casting juga bisa dilakukan di muara sungai, juga pada saat laut pasang.Teknik ini akan bekerja efektif bila dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti pada saat air pasang naik karena karena pada saat itulah ikan-ikan mendekati pantai untuk mencari makanan.

 

7. JIGGING

Jigging bukanlah teknik mancing yang baru muncul. Diperkirakan nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba memancing ikan dengan umpan buatan yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang diterjunkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas. Jigging biasnya dilakukan pada spot laut yang terdiri dari terumbu karang dengan kedalaman antara 50 sampai 100 m. Umpan buatan yang digunakan adalah Metaljig (umpan buatan yang terbuat dari bahan metal) yang digunakan biasanya adalah yang memiliki berat minimal 100 gram agar terjun dengan cepat menuju dasar laut.

Beberapa pemancing menggunakan jig yang beratnya mencapai 250 atau 400 gram tergantung jenis ikan yang menjadi sasaran.

Memancing dengan teknik Jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari teknik Popping atau Casting. Joran yang digunakan cenderung lebih kaku dan pendek (antara 150 sampai 200 cm), agak lebih kaku dari joran untuk mancing Dasaran. Joran untuk jigging biasanya merupakan joran khusus yang hampirmenyerupai dengan joran Trolling namun ukurannya lebih kecil dan terdiri dari 2 sambungan yang sambungannya berada diujung pangkal joran (butt). Reelnya juga harus lebih kuat dibandingkan dengan reel untuk popping walaupun pada dasarnya bisa ditukar-tukar.

Seperti telah disebutkan diawal sewaktu Jigging, jig tidak diayunkan ke spot yang dijadikan target tetapi diterjunkan dan dibiarkan meluncur ke dasar laut secepat mungkin kemudian segera menggulung reel dengan cepat sambil sesekali disentak sentak. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami tetapi berenang menuju keatas sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Jigging biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang berdiam ditempat. Pada saat terjadinya strike, jig tiba-tiba akan terasa berat dan ada yang menarik sehingga harus segera dilakukan ”fight” agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Seperti juga dalam Popping, tantangan utama dalam jigging adalah justru mempertahankan agar ikan yang menyambar jig tidak bisa lari dan bersembunyi dibalik karang. Bila ini terjadi maka yang biasanya terjadi adalah jig terpaksa diputuskan dan target mocel.Teknik ini sangat efektif bila kapal berada tepat di atas spot yang banyak predator seperti Marlin,Tuna,hingga GT.

 

8. MANCING GARONG

Teknik ini lebih dikenal dengan sebutan “ngegarong” karena menggunakan kail yang bermata 6 (enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “GARONG”.Hal yang paling unik dari teknik ini adalah ,seringkali ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, , pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran TEGEK atau lebih dikenal dengan joran polos tanpa reel seat dan ring guide.Panjangnya sekitar 4m sampai 6 m dan memakai joran “teleskopik” (joran antena). Mancing menggunakan teknik ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m.

Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak tersedia di bebatuan di pantai. Kadang-kadang pemancing menggunakan nasi atau kue. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit oleh kenur kira kira 1 – 2 cm diatas pancing. Target yang utama adalah ikan Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua. Teknik ini murah tetapi sangat unik, eksentrik dan sebenarnya sangat sulit. Mancing “garong” tidak memerlukan perahu atau kapal karena dilakukan dari pinggiran seperti dermaga, batu-batu (beton) pemecah ombak, atau jembatan di sekitar pantai.Teknik mancing yang satu ini dianggap paling murah dan paling banyak pemancing yang sangat menikmatinya.

 

9. ROCK FISHING

Teknik ini  dinamakan rock fishing karena dilakukan diatas batu karang (ROCK) atau diatas bukit dipinggir laut yang curam.Oleh karena itu teknik ini butuh stamina yang fit dan kuat karena sebelum memancing biasanya pemancing berusaha untuk mendaki bukit curam untuk mendapatkan spot yang bagus.Biasanya spotnya terletak diatas permukaan batu karang yang tingginya dari permukaan laut antara 2 m sampai 20 m. Kurang-Lebih hanya 4 m dari permukaan laut dapat tiba tiba dikelilingi air laut dan terpisah dari daratan pada saat pasang naik. Lokasi yang sangat tinggi juga sangat berbahaya karena ada bahaya terjatuh kedalam laut.

Hampir sama dengan teknik Surf Casting teknik ini juga menggunakan peralatan yang hampir sama .Teknik dasarnya juga sama yaitu melontarkan umpan sejauh-jauhnya dan umpan yang di lontarkan dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat dia jatuh.Teknik ini juag harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak. Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan palsu (tiruan) tetapi biasanya ikan-ikan kecil, cacing laut,udang hingga kerang laut. Seperti dalam Surf Casting, pemancing biasanya tidak memegangi jorannya terus menerus tetapi menempatkannya disuatu tempat atau pada penyangga yang kokoh dan mengamati dari kejauhan sampai umpannya disambar ikan.Teknik ini sangat berbahaya,butuh beberapa orang untuk menerapkan teknik ini.Oleh karena itu teknik ini biasnya hanya dilakukan oleh pemancing yang suka mencari petualangan.

 

10. FLY FISHING

Teknik ini adalah salah satu teknik yang unik dalam memancing.Dikembangkan oleh seorang bangsawan dari Inggris.Namun ada yg menyebutkan bahwa fly fishing itu sudah ada sejak abad ke 2 masehi. pada jaman Romawi kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly.

Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly (serangga). Artificial flies ini bisa terbuat dari tying hair, fur, feathers, atau material lainnya baik yang natural ataupun synthetic. Perangkat memancingnyapun menggunakan joran khusus fly dan fly line khusus terbuat dari line yang di coated plastik. Fly fishing dapat dimainkan di freshwater maupun saltwater.Cocok dan sangat efisien di spot yang banyak ikan-ikan predator.

Selamat mencoba… !!

 

Salam Nge-Trends Mancing Ria

Jejak kaki petualang

 

– Makbirah –

Beragam Tehnik Memancing
Bagikan :
Tag pada:                                                                                                        
×

Online

Ada yang bisa kami bantu?

× Chat