MANCINGRIATRENDS.COM – Gunung Semeru kerap menjadi dambaan pendaki, terlepas dari usia dan daerah asalnya. Apalagi saat hari libur.  Hal ini seakan lazim jika menilik keistimewaannya. Tidak hanya panorama yang indah, Semeru juga memiliki beberapa keistimewaan lain berikut penuturan  Rusdi Hamka dari Trends Media-Jejak Kaki Petualang, yang menginjakan kakinya di puncak Semeru pertengahan maret 2014 :

1. Tanah tertinggi Pulau Jawa

Puncak Gunung Semeru, Mahameru, memiliki ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini membuatnya menyandang predikat puncak tertinggi di Pulau Jawa, sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3805 mdpl) dan Rinjani (3726 mdpl). Meski begitu, pendakian Gunung Semeru dari basecamp Ranu Pani tergolong ramah bagi pendaki hingga pos Kalimati. Medan tidak begitu terjal, meskipun jarak yang ditempuh sejauh 18 kilometer.

2. Menginspirasi musisi

Pesona Gunung Semeru sanggup menginspirasi beberapa musisi Tanah Air. Terdapat beberapa lagu yang seakan-akan dipersembahkan khusus baginya. Ada lagu “Di Jenjang Desember” oleh grup band Mahameru, “Kenangan Indah di Lereng Semeru” oleh Jamal Mirdad, sampai  “Mahameru” yang digubah oleh band Dewa 19.

3. Sakral

Gunung Semeru punya makna yang dalam bagi umat Hindu. Diyakini sebagai persemayaman para dewa, Semeru dipuja sebagaimana Gunung Agung di Bali. Ini pula yang membuat sejumlah pohon dililiti kain putih-kuning dan pendaki dilarang mendirikan tenda di sana. Menurut keyakinan Hindu, Semeru dibopong oleh Dewa Wisnu yang menjelma kura-kura raksasa dan Dewa Brahma yang menjelma ular raksasa guna membelit penggalan tersebut dari Jambudwipa (daratan sekitar India) guna menyeimbangkan Pulau Jawa yang terombang-ambing di lautan.

Namun, Pulau Jawa masih belum seimbang ketika Semeru telah menancap di sisi timur. Sehingga, puncak Semeru dipotong lagi dan diletakkan pada sisi baratnya menjadi gunung yang dikenal sebagai Gunung Penanggungan. Di Ranu Kumbolo juga terdapat sebongkah prasasti yang kerap tersampir kain putih dan kuning serta sesajian di depannya. Di atasnya terpahat aksara “’ing deva ‘pu Kameswara tirthayatra”, yang kira-kira berarti ziarah suci Mpu Kameswara mencari air (tirthayatra).

4. Punya tiga danau

Selain Ranu Kumbolo yang masyhur, ada pula Ranu Pani dan Ranu Regulo yang bisa pendaki jumpai di sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang ini. Ranu Regulo berjarak sekitar 20 menit dari Ranu Pani. Di lokasi ini, pendaki dapat mendirikan tenda untuk bermalam sebelum hari pendakian. Baca juga: Menjajaki Indahnya Matahari Terbit di Ranu Regulo Ranu Pani merupakan danau yang terletak tidak jauh dari pos pendaftaran. Kadang, keberadaannya tersamarkan oleh hamparan Salvinia molesta, semacam gulma yang menutupi permukaan danau. Pesona Ranu Kumbolo tak perlu diragukan. Pendaki dapat menikmatinya dari sisi barat maupun utara danau yang berbatasan dengan sabana Pangonan Cilik. Keindahannya yang dapat menyihir mata pendaki perlu dilestarikan dengan melakukan aktivitas MCK selepas sepuluh meter dari tepi danau serta tidak membuang sampah di area danau. “Sekian yang bisa kami sampaikan” penuturan  Rusdi Hamka kepada team redaksi Trends Media-Jejak Kaki Petualang

 

Trends Media Indonesia

-Jejak Kaki Petualang-

Dahsyat-nya Puncaknya Mahameru !
Bagikan :
Tag pada:                                                            
×

Online

Ada yang bisa kami bantu?

× Chat